Serbia Beli Pesawat Tempur Rafale, Rusia Beri Tanggapan

Jakarta, IDM – Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa keputusan Serbia membeli pesawat tempur Rafale buatan Prancis merupakan hak kebebasan mereka.
Hal itu menunjukkan posisi Rusia yang tidak menghalangi Serbia, sekutu dekatnya, untuk membeli pesawat tempur dari Barat. "Ini adalah pilihan teman-teman Serbia kami," kata Peskov melansir TASS, Selasa (3/9).
Baca Juga: Turki Serang Markas Kurdi di Irak Utara
"Setiap negara diatur oleh pertimbangan ekonomi dan pertimbangan lainnya saat membuat keputusan tersebut," tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengumumkan kesepakatan senilai $3 miliar untuk membeli 12 pesawat tempur Rafale Prancis. Pesawat itu disebut akan meningkatkan kapabilitas militer sekaligus modernisasi Angkatan Udara, yang sebagian besar terdiri dari pesawat tempur MiG-29 buatan Soviet.
Baca Juga: Putin Klaim Pasukan Rusia Bergerak Pesat di Ukraina Timur
Vucic pun menepis kekhawatiran Barat tentang kemungkinan Serbia akan mentransfer teknologi ke Rusia karena sejarah hubungan dekat antara keduanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































