Serangan Semakin Intens, Ukraina Evakuasi Ribuan Warga Sipil

Jakarta, IDM - Pihak berwenang Ukraina telah memerintahkan evakuasi wajib terhadap hampir 12.000 warga sipil dari 37 kota maupun desa. Langkah itu dilakukan karena Rusia telah meningkatkan serangan untuk merebut wilayah sepanjang perbatasan.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (11/8), Ukraina telah mengevakuasi warga sipil yang tinggal wilayah timur Kharkiv, di tengah ipaya pasukan Rusia untuk menembus garis depan pertahanan Ukraina. Administrasi militer distrik di Kharkiv pun mengharuskan penduduk untuk mematuhi perintah evakuasi atau menandatangani dokumen yang mengatakan bahwa mereka akan menanggung risiko masing-masing.
Baca Juga: Jerman Tangkap Seorang Laki-laki Diduga Bocorkan Informasi ke Rusia
“Mengingat situasi keamanan yang sulit dan meningkatnya jumlah penembakan oleh pasukan teroris Rusia di Kupiansk, Anda memiliki kesempatan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Jangan abaikan keselamatan Anda dan keselamatan orang yang Anda cintai,” kata pemerintah kota Kharkiv.
Peringatan itu muncul saat Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pasukannya telah "memperkuat posisi mereka" di sepanjang garis depan dekat Kupiansk, yang mengalami kemajuan selama beberapa hari terakhir.
Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar pun mengatakan "intensitas pertempuran tinggi" di daerah tersebut. Sebab, pasukan Ukraina terus mempertahankan garis depan dari serangan Rusia.
Baca Juga: Bantu Ukraina, Sekutu Barat Beli 50 Tank Leopard 1 Bekas Belgia
"Rusia telah membentuk kelompok ofensif dan sedang berusaha untuk bergerak maju hingga ke Kupiansk," kata Maliar.
Kupiansk dan daerah sekitarnya di Kharkiv merupakan wilayah yang telah direbut kembali oleh Ukraina pada September tahun lalu. Ukraina juga telah mengerahkan serangan balasan dengan senjata tambahan dari sekutu barat. Namun, Rusia terus berupaya memukul mundur Ukraina dan menduduki wilayah tersebut. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































