Serangan ke Iran Berlanjut, AS Kerahkan Pesawat Pembom B-1

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengerahkan Pesawat Pembom B-1 guna menyerang target militer di Iran, selama serangan beruntun 12 hari.
Baca Juga: AS Peringatkan Dampak Kendali Iran atas Hormuz
Melansir Axios, Kamis (23/7), sumber yang mengetahui hal itu mengatakan bahwa Pesawat Pembom B-1 menyerang posisi militer yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pesawat itu disebut lepas landas dari Pangkalan Udara AS di Inggris.
Dikenal karena kecepatan supersonik dan kemampuan untuk membawa muatan senjata terbesar dari semua pesawat pembom AS, pesawat B-1 diklaim secara signifikan memperluas kemampuan serangan ke Iran.
Baca Juga: AS-Arab Saudi Tandatangani Kerja Sama Nuklir
Pada akhir Februari lalu, AS juga mengerahkan B-1 dalam 'Operasi Epic Fury' terhadap Iran. Serangan skala besar menargetkan pusat-pusat kekuatan Iran termasuk sistem komando dan kendali, sistem pertahanan udara terpadu hingga rudal balistik. Serangan itu juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beberapa anggota keluarga serta pejabat militer.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































