Serangan Israel Tewaskan Satu Keluarga Gaza yang Kelaparan Saat Tertidur

Jakarta, IDM – Satu keluarga terbunuh dalam keadaan kelaparan di dalam rumah mereka saat serangan udara Israel.
Keluarga jurnalis lepas Wala al-Jaabari, suaminya, dan kelima anak mereka, termasuk di antara lebih dari 100 orang yang tewas dalam 24 jam serangan atau tembakan Israel, Rabu (23/7) malam setempat.
Mayat mereka dibaringkan dalam kain kafan putih di luar rumah yang dibom dengan nama-nama korban ditulis dengan pena.
Baca Juga: Rusia Ingin Perundingan Damai dengan Ukraina Berlangsung Pekan Ini
“Ini sepupu saya. Usianya 10 tahun. Kami menggali mereka dari reruntuhan," kata Amr al-Shaer, sambil memegang salah satu jenazah, dikutip dari Reuters, Kamis (24/7).
Iman al-Shaer, kerabat lain yang tinggal di dekat lokasi, mengatakan keluarga itu belum makan apa pun sebelum bom jatuh. "Anak-anak tidur tanpa makanan," katanya.
Saat dikonfirmasi, militer Israel tidak berkomentar mengenai serangan di rumah keluarga tersebut.
Namun, militer Israel mengakui pihaknya menyerang 120 target lokasi infrastruktur teroris di seluruh Gaza dalam sehari terakhir.
Baca Juga: NATO Kecam Serangan Siber Rusia
Para kerabat mengatakan beberapa tetangga selamat dari gempuran Israel karena mereka sedang mencari makanan saat serangan terjadi.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sepuluh warga Palestina lainnya meninggal akibat kelaparan. Sehingga jumlah total korban yang meninggal karena kelaparan menjadi 111 orang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengemukakan 21 anak di bawah usia lima tahun meninggal karena kekurangan gizi sepanjang tahun ini.
WHO menyatakan bahwa mereka tidak dapat mengirimkan makanan selama hampir 80 hari antara bulan Maret dan Mei.
Baca Juga: Kelaparan Meluas, Kelompok Bantuan Desak Israel Buka Akses Distribusi Kemanusiaan di Gaza
Sebanyak 111 organisasi, termasuk Mercy Corps, Norwegian Refugee Council, dan Refugees International, menyebut berton-ton makanan, air bersih, dan pasokan medis terbengkalai di luar Gaza.
Pasalnya, Israel memutus semua pasokan ke Gaza sejak awal Maret dan membukanya kembali dengan pembatasan baru pada bulan Mei.
Israel mengatakan berkomitmen untuk mengizinkan masuknya bantuan tetapi mengendalikannya agar tidak dialihkan oleh militan.
Israel mengeklaim banyak makanan yang masuk ke Gaza selama perang dan menyalahkan Hamas atas penderitaan 2,2 juta penduduk Gaza. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































