INTERNASIONAL

Kelaparan Meluas, Kelompok Bantuan Desak Israel Buka Akses Distribusi Kemanusiaan di Gaza

Anak-anak Gaza.
Kelompok bantuan desak Israel buka akses distribusi kemanusiaan di Gaza. (Foto: Dok. unrwa.org)

Jakarta, IDM – Sebanyak 100 kelompok bantuan dan hak asasi manusia mendesak Israel agar segera membuka akses untuk distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.

Seruan ini semakin menguat seiring meluasnya warga kelaparan di Gaza. Kelompok-kelompok bantuan ini juga menuntut agar Israel segera melakukan gencatan senjata dan pencabutan semua pembatasan aliran bantuan kemanusiaan.

Dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh 111 organisasi, termasuk Mercy Corps, Norwegian Refugee Council, dan Refugees International, kelompok-kelompok tersebut memperingatkan bahwa kelaparan massal sedang menyebar di seluruh wilayah Gaza.

Baca Juga: Spesifikasi F-7 BGI, Pesawat Tempur Latih Bangladesh yang Jatuh di Sekolah Dhaka

Bahkan, berton-ton makanan, air bersih, pasokan medis, dan barang-barang lainnya terbengkalai di luar Gaza karena organisasi kemanusiaan diblokir untuk mengakses atau mengirimkannya.

"Seiring pengepungan pemerintah Israel yang membuat rakyat Gaza kelaparan, para pekerja bantuan kini harus mengantre makanan yang sama, mempertaruhkan nyawa mereka sendiri hanya untuk memberi makan keluarga mereka,” ujar organisasi tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (23/7).

“Dengan persediaan yang kini benar-benar menipis, organisasi-organisasi kemanusiaan menyaksikan rekan dan mitra mereka sendiri terbuang sia-sia di depan mata mereka," tambahnya.

Organisasi-organisasi tersebut menyerukan agar pemerintah menuntut pencabutan semua pembatasan birokrasi dan administratif, pembukaan semua penyeberangan darat, jaminan akses bagi semua orang di Gaza, hingga penolakan distribusi yang dikendalikan militer.

Baca Juga: 87,7% Jalur Gaza Berada Dalam Zona Militer Israel

"Negara-negara harus mengambil langkah-langkah konkret untuk mengakhiri pengepungan, seperti menghentikan transfer senjata dan amunisi,” tegasnya.

Di sisi lain, Israel, yang mengendalikan semua pasokan yang masuk ke Gaza membantah bertanggung jawab atas kekurangan makanan di Gaza.

Adapun lebih dari 800 orang tewas saat berusaha mendapatkan makanan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian besar akibat penembakan massal oleh tentara Israel yang ditempatkan di dekat pusat distribusi Yayasan Kemanusiaan Gaza.

Yayasan tersebut didukung oleh Amerika Serikat dikritik keras oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena dugaan kurangnya netralitas.

Baca Juga: Iran Bakal Jadi Tuan Rumah Pertemuan Nuklir dengan Tiongkok dan Rusia

Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, para pejabat Palestina mengatakan puluhan orang kini meninggal karena kelaparan.
Stok pangan Gaza telah habis sejak Israel memutus semua pasokan ke wilayah tersebut pada bulan Maret. Kemudian Israel mencabut blokade pada bulan Mei untuk mencegah pengalihan bantuan ke kelompok-kelompok militan.

Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan bahwa persediaan bantuannya telah benar-benar habis di Gaza, dengan beberapa stafnya sekarang kelaparan. Organisasi menegaskan bahwa Israel yang melumpuhkan distribusi kemanusiaan ke Gaza.

Diketahui, pasukan Israel telah menewaskan hampir 60.000 warga Palestina dalam serangan udara, penembakan, dan penembakan sejak melancarkan serangan mereka di Gaza.

Israel mengeklaim aksi tersebut sebagai respons atas serangan kelompok Hamas yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 orang pada Oktober 2023. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.