INTERNASIONAL

Serahkan Jenazah Tawanan, Hamas Desak Israel Buka Akses Bantuan di Gaza

Hamas
Kelompok Hamas mendesak Israel buka akses bantuan di Gaza. (Foto: Dok: UNRWA)

Jakarta, IDM – Kelompok Hamas kembali menyerahkan satu jenazah tawanan milik Israel yang ditemukan di wilayah Gaza akibat perang.

Seiring dengan itu, kelompok Hamas meminta para mediator dan komunitas internasional agar Israel segera membuka penyeberangan perbatasan dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Sayap militer Hamas, Brigade Qassam mengemukakan penyerahan jenazah dilakukan pada pukul 23.00 waktu setempat, Jumat (17/10) malam.

Hamas menyatakan jenazah tersebut sebelumnya telah berhasil diangkat dan merupakan korban dari pihak tahanan pendudukan.

Sehingga bisa diidentifikasikan bahwa jenazah tersebut milik warga Israel, bukan tawanan asing yang ikut ditahan sejak 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Prajurit TNI AD Sumbang Emas Binaraga Dunia, Kalahkan 37 Negara

Merespons itu, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengonfirmasi bahwa peti mati seorang tawanan telah diserahkan Hamas kepada Palang Merah di Gaza.

Jenazah tersebut akan dibawa ke Pusat Kedokteran Forensik Nasional Kementerian Kesehatan Israel untuk proses identifikasi sebelum pemberitahuan kepada pihak keluarga.

Hamas menegaskan komitmennya untuk melakukan pengembalian jenazah tawanan yang masih tertimbun reruntuhan di Gaza sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Kelompok Hamas menyatakan telah menyerahkan semua jenazah yang berhasil ditemukan.

Namun, Hamas mengaku butuh bantuan tambahan untuk mencari mereka yang masih terjebak akibat serangan udara Israel.

Baca Juga: TNI AD Bangun Pangkalan di Ibu Kota Nusantara

"Masih ada 18 jenazah yang tertahan di Gaza," ujat Hamda Salhut dari Al Jazeera langsung dari Amman, Jumat (17/10).

Hamas menyayangkan sikap Israel yang memperlambat proses pencarian dan pengangkatan jenazah lantaran tidak mengizinkan masuknya buldoser baru ke Jalur Gaza.

Hal ini mengakibatkan sebagian jenazah tawanan terkubur di terowongan atau bangunan yang dibom Israel belum terangkat.

Sementara itu, mantan direktur jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, Alon Liel, menerangkan proses pemulangan jenazah tawanan sangat sensitif bagi masyarakat Israel.

Bahkan, Liel mengatakan proses pemulangan jenazah tawanan menimbulkan tekanan besar terhadap pemerintah.

Baca Juga: 560 Ton Pasokan Makanan Masuk Gaza Setiap Hari, WFP Sebut Masih Belum Cukup

Liel mengemukakan banyak warga meyakini Hamas tidak memenuhi kesepakatan gencatan senjata karena belum mengembalikan seluruh jenazah.

"Ada banyak kemarahan," tutur Liel.

Terpisah, Nour Odeh dari Al Jazeera, menegaskan Israel tidak bekerja sama dengan negara-negara yang memberikan bantuan untuk kemungkinan mencari jenazah.

"Turki, misalnya, siap mengirimkan 81 ahli untuk pencarian jenazah, dan Israel belum mengizinkannya masuk. Israel juga belum mengizinkannya menyediakan peralatan yang memungkinkan hal itu," tegas Odeh.

Diketahui, Hamas telah menyerahkan sembilan jenazah, serta satu jenazah tambahan yang menurut Israel bukan tawanan dalam beberapa hari silam.

Walaupun gencatan senjata sudah disepakati, Israel hingga kini belum membuka akses bantuan dalam jumlah besar dan masih melakukan penyerangan di sejumlah lokasi di Gaza. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.