Sepakati Jalur Sementara Hormuz, Presiden Iran Peringatkan AS Patuhi MoU

Jakarta, IDM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan, negaranya dan Oman telah menyepakati jalur pelayaran sementara bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Namun, ia memeringatkan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sepenuhnya sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni lalu.
Baca Juga: Iran dan Oman Bahas Koridor Sementara di Selat Hormuz
"Kami menyepakati rute pelayaran melalui Hormuz dengan Oman, dan jika AS memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut, kami akan membuka selat itu," ujarnya melansir IRNA, Sabtu (29/8).
Ia menuturkan, pihaknya sedang berupaya untuk memastikan jalur ini dibuka kembali berdasarkan kerangka kerja tertentu. Rencana jalur pelayaran itu juga telah disampaikan kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Baca Juga: Iran Serang Fasilitas Intelijen AS, Kerusakan Capai Miliaran Dolar
"Jika AS memenuhi komitmennya terkait pencabutan sanksi dan blokade, pelepasan aset, dimulainya investasi, serta pengakhiran perang di Lebanon, kami juga akan membuka Selat Hormuz," katanya.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, ungkapnya, juga telah mencapai konsensus mengenai rencana dengan Oman, di mana 12 dari 13 anggota memberi suara mendukung.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































