Sembilan WNI Relawan Global Sumud Flotilla Segera Kembali ke Indonesia

Jakarta, IDM – WNI yang tergabung dalam relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah berada di Istanbul, Turki pada Jumat (22/5). Mereka membenarkan bahwa adanya tindak kekerasan fisik selama ditahan oleh Israel.
Baca Juga: Operasi Diplomasi RI Berhasil, 9 WNI Flotilla Gaza Keluar dari Israel
Melansir Instagram Global Peace Convoy Indonesia, total sembilan WNI telah dibebaskan Israel dan kini tengah menjalani pemeriksaan kesehatan, dokumentasi hingga pengambilan keterangan untuk dilakukan proses hukum atas pelanggaran serius yang Israel lakukan.
Maimun selaku koordinator Global Peace Convoy Indonesia mengatakan bahwa Israel tidak segan melakukan kekerasan terhadap relawan kemanusiaan. Selama dalam penahanan, mereka mengaku diperlakukan dengan kekerasan berupa ditendang, dipukul hingga disetrum.
"Jika mereka melakukan itu kepada para relawan kemanusiaan, maka bisa kita bayangkan apa yang dilakukan kepada warga Palestina, sekitar 9000 orang saat ini ada dalam penjara. Ratusan di antaranya anak-anak dan perempuan," ujarnya.
Baca Juga: 44 Aktivis Global Sumud Flotilla Asal Spanyol akan Dibebaskan
Sebelumnya, Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan bahwa Direktorat Pelindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh WNI. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































