Semakin Banyak Negara Mengakui Kemerdekaan Palestina, Ini Beragam Respon Warganya

Jakarta, IDM – Warga Palestina memiliki respons beragam terhadap pengakuan kenegaraan dari para pemimpin dunia. Mereka gembira hingga takut bahwa Israel akan menanggapi momen ini dengan menyerang Gaza lebih brutal.
Melansir dari Al Jazeera, Selasa (23/9), tiga warga Palestina yang tinggal di dan sekitar Hebron di Tepi Barat mengungkapkan pandangan tentang bertambahnya pengakuan kemerdekaan atas Negara Palestina.
Adel Shadid (59) menilai bahwa pergeseran posisi sejumlah negara termasuk Inggris merupakan kejutan bagi Israel, karena negara itu berkontribusi pada berdirinya Israel.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Pengakuan Negara Palestina Adalah Sisi Sejarah yang Benar
Menurutnya, pengakuan dari para pemimpin dunia ini belum membuahkan hasil nyata. Sebab, Israel terus melakukan serangan dan aneksasi.
“Sekalipun seluruh dunia mengakui Palestina, tanpa tanah air, tanah, dan geografi, negara itu akan tetap menjadi tinta di atas kertas. Inilah sebabnya [Israel] telah meningkatkan perampasan [tanah Palestina] dan pembangunan permukiman ilegal,” ujarnya.
Kendati demikian, ia meyakini "Kekuasaan ada batasnya, dan apa yang dilakukan Israel tidak akan bertahan lama."
Baca Juga: Resmi Akui Palestina, Inggris Gaungkan Perdamaian
Respons optimis juga diungkapkan oleh Raed al-Saeed (50) yang berjualan kopi di pasar sentral di Hebron. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas, karena menurutnya telah berhasil mendorong banyak pihak mengakui Negara Palestina.
Al-Saeed yang terbiasa berbincang dengan banyak orang sepanjang hari, menyimpulkan bahwa walaupun lebih dari 150 negara telah menyatakan dukungan, ia memandang hal terpenting bagi rakyat Palestina adalah ketika Amerika Serikat (AS) mengakui Negara Palestina.
Sementara, Maram Nassar (31) yang merupakan ahli hukum tata negara dan internasional, melihat banyak kemungkinan dalam perkembangan terbaru tersebut.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Akhiri Perang di Gaza Harus Jadi Prioritas Utama
Ia yakin pengakuan dari banyak negara ini bukanlah keputusan tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang mengingat bencana dan kelaparan di Gaza. Menurutnya, hal ini akan memperkuat posisi Palestina di panggung internasional hingga mungkin memaksa Israel untuk mematuhi resolusi PBB dan Dewan Keamanan.
Secara diplomatis, hal ini juga akan memungkinkan Palestina untuk mendirikan lebih banyak kedutaan dan memperluas jangkauan diplomatik.
Meskipun pengakuan internasional yang lebih besar terhadap negara Palestina dapat menjadi titik balik bersejarah, kata dia, hal itu pun dapat menimbulkan tantangan signifikan seperti digencarkannya eskalasi kebijakan Israel yang bertujuan untuk melemahkan upaya berdirinya Negara Palestina yang layak. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































