Sekjen NATO: Sekutu Susun Langkah Jaga Keamanan Arktik

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa negara-negara sekutu sedang membahas rencana untuk memastikan keamanan di Arktik, di tengah potensi Rusia dan Cina dapat menjadi "lebih aktif" di wilayah tersebut.
"Semua sekutu sepakat tentang pentingnya Arktik dan keamanan Arktik, karena kita tahu bahwa dengan dibukanya jalur laut, ada risiko bahwa Rusia dan Cina akan menjadi lebih aktif. Dan seperti yang Anda ketahui, ada delapan negara Arktik," kata Rutte melansir AA, dikutip pada Selasa (13/1).
Baca Juga: 4 WNI Diculik Bajak Laut, Ini Penjelasan Kemlu
Ia menuturkan, tujuh dari delapan negara Arktik adalah anggota NATO yakni AS, Kanada, Denmark, Islandia, Norwegia, Finlandia, dan Swedia. Sementara, Rusia merupakan satu-satunya negara Arktik di luar NATO.
Meskipun Cina bukan negara Arktik, tetapi telah menjadi pemain yang semakin aktif di wilayah tersebut. "Saat ini, Cina hampir menjadi semacam negara Arktik, dan bukan secara geografis, tetapi setidaknya dengan banyaknya aktivitas dan minat mereka di wilayah tersebut," ujarnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa NATO telah menyelesaikan diskusi internal tahun lalu tentang bagaimana memperkuat kerja sama di antara anggota Arktik dan kini tengah menyusun langkah-langkah lanjutan.
"Saat ini, kami sedang membahas langkah selanjutnya, bagaimana memastikan bahwa kami memberikan tindak lanjut praktis atas diskusi tersebut untuk memastikan bahwa, sebagai aliansi, kami melakukan segala sesuatu, secara kolektif dan melalui sekutu individu kami, untuk memastikan bahwa Arktik tetap aman, karena kita semua sepakat bahwa itu harus menjadi prioritas," jelasnya.
Mengenai hubungan dengan AS, Rutte menepis kekhawatiran akan krisis internal NATO, setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan keinginan untuk memiliki Greenland. Ia justru mengapresiasi lngkah Trump yang mendorong sekutu untuk menambah anggaran pertahanan.
"Saya percaya bahwa Donald Trump melakukan hal yang benar untuk NATO dengan mendorong kita semua untuk meningkatkan pengeluaran guna menyamai apa yang dihabiskan AS," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































