4 WNI Diculik Bajak Laut, Ini Penjelasan Kemlu

Jakarta, IDM – Sebanyak 4 orang Warga Negara Indonesia (WNI) anak buah kapal ikan diculik kelompok bersenjata di perairan Ekwata, Gabon, Afrika Tengah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan korban.
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) itu terjadi pada Minggu (11/1) lalu.
"Pelaku pembajakan telah menculik 9 awak kapal dari total 12 awak, 4 diantaranya adalah WNI. Sementara, 3 awak lainnya (2 diantaranya WNI) saat ini dalam kondisi aman, dan tetap berada di kapal yang sama," kata Heni melansir keterangan tertulis, Selasa (13/1).
Kemlu dan KBRI Yaounde pun terus koordinasi dengan otoritas setempat hingga perusahan atau agen kapal terkait untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik hingga memastikan hak-hak ketenagakerjaan tetap dipenuhi kepada para WNI ABK dan keluarganya.
Baca Juga: Sindir AS, Jerman Tegaskan Hukum Internasional Berlaku untuk Semua
Adapun, 3 awak kapal (termasuk 2 WNI) yang berada di kapal IB FISH 7 telah dikawal oleh Angkatan Laut Gabon menuju ke Libreville, Ibukota Gabon. Kini, Pasukan Angkatan Laut Gabon tengah memburu para pelaku. Kemlu dan KBRI Yaounde juga aktif memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































