Sekitar 6.000 Prajurit Korut Tewas dan Terluka Melawan Ukraina

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris melaporkan, sekitar 6.000 prajurit Korea Utara (Korut) yang ditugaskan bertempur membantu Rusia di Kursk telah tewas dan terluka. Jumlah ini melebihi separuh dari total prajurit yang diperkirakan dikirim Korut yakni 11.000 orang.
"Pasukan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) kemungkinan besar telah menderita lebih dari 6.000 korban dalam operasi tempur ofensif melawan pasukan Ukraina di wilayah Rusia Kursk. Jumlah korban ini mencapai lebih dari setengah dari sekitar 11.000 pasukan DPRK yang awalnya dikerahkan ke wilayah Kursk," tulis Kemhan Inggris melalui platform X, Senin (16/5).
Baca Juga: Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Komandan Militer Iran
Republik Rakyat Demokratik Korea adalah nama resmi Korut. Lebih lanjut, dikatakan bahwa setiap keputusan untuk mengerahkan pasukan diyakini memerlukan persetujuan dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korut Kim Jong-un.
"Operasi DPRK sejauh ini terbatas di wilayah Kursk. Keputusan apa pun untuk mengerahkan pasukan ke wilayah Ukraina yang diakui secara internasional dan berdaulat guna mendukung pasukan Rusia, hampir pasti memerlukan persetujuan dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kim Jong Un," bunyi pernyataan tersebut.
Baca Juga: Konflik Berlanjut, Israel dan Iran Kembali Saling Serang
Pada April lalu, Kemhan Inggris juga memperkirakan sekitar 5.000 prajurit Korut tewas, terluka, dan hilang saat bertempur melawan Ukraina. Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu ke Kim Jong Un pada awal Juni lalu juga diyakini membahas dukungan Korut terhadap operasi Rusia ke Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































