Satu Prajurit UNIFIL dari Prancis Gugur di Lebanon, Macron Tuding Hizbullah

Jakarta, IDM – Satu prajurit United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dari Prancis gugur setelah tertembak senjata di Ghanduriyah, Lebanon Selatan, Sabtu (18/4) pagi waktu setempat.
UNIFIL menyatakan, prajurit tertembak saat sedang membersihkan peledak di sepanjang jalan wilayah Ghanduriyah.
“Satu penjaga perdamaian gugur dan tiga lainnya terluka, dua di antaranya serius,” tulis pernyataan pers UNIFIL, dikutip Minggu (19/4).
Baca Juga: AS-Iran Sebut Selat Hormuz Telah Dibuka Sepenuhnya
UNIFIl mengutuk serangan yang mereka sebut disengaja terhadap pasukan perdamaian yang sedang diberi mandat.
“Pekerjaan tim pembuangan persenjataan peledak sangat penting di area operasi misi, terutama setelah konflik baru-baru ini,” kata UNIFIL.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menuding Hizbullah di balik serangan tersebut.
Baca Juga: Setelah ke Pentagon, Menhan Sjafrie Bertemu Menhan Jepang Bahas Tindak Lanjut Peluang Kerja Sama
“Segala indikasi menunjukkan bahwa tanggung jawab serangan ini berada di tangan Hizbullah,” tulis Macron dalam unggahan di akun X miliknya.
Prancis menuntut pihak berwenang untuk segera menangkap para pelaku dan mengambil tanggung jawab.
Kejadian ini menambah daftar pasukan UNIFIL yang gugur belakangan ini. Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur dalam insiden pada 29-30 Maret 2026 di Lebanon Selatan. (nma)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































