INTERNASIONAL

Satu dari Tiga Warga Gaza Tak Makan Berhari-hari

Warga di Gaza
Warga di Gaza berebut untuk mendapat makanan. (Foto: Dok. UNICEF)

Jakarta, IDM – Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA mengungkapkan bahwa satu dari tiga orang di Gaza belum makan selama berhari-hari dan anak-anak terus mengalami penurunan berat badan akibat pasokan makanan yang sedikit.

"Krisis kemanusiaan di Gaza sangat menghancurkan. Satu dari tiga orang di Gaza belum makan selama berhari-hari. Orang-orang ditembak hanya karena berusaha mendapatkan makanan untuk keluarga mereka. Anak-anak semakin kurus. Inilah yang kita hadapi di lapangan saat ini," kata Wakil Sekretaris Jenderal OCHA, Tom Fletcher melalui platform X, Selasa (29/7).

Israel telah memberlakukan jeda operasi militer terbatas selama 10 jam per hari di tiga wilayah padat di Gaza. Aktivitas militer itu dihentikan mulai pukul 10.00 hingga 20.00 waktu setempat.

Baca Juga: Desa Kristen di Tepi Barat Jadi Sasaran Serangan Pemukim Israel

Jalur aman juga diberlakukan untuk konvoi pengiriman makanan dan obat-obatan dari pukul 06.00 sampai 23.00 waktu setempat. Jalur ini dirancang untuk memastikan keamanan masuknya bantuan tersebut.

Meskipun pasokan makanan dan obat-obatan telah mulai memasuki Gaza, Fletcher menyerukan agar bantuan itu didistribusikan lebih cepat dan lebih banyak.

"Ini merupakan kemajuan, tetapi bantuan dalam jumlah besar dibutuhkan untuk mencegah kelaparan dan krisis kesehatan yang dahsyat," ujarnya.

Baca Juga: TNI Perkuat Satgas Yonmek XXIII-S UNIFIL dengan 11 HMLTV

"Kami membutuhkan tindakan yang berkelanjutan dan cepat, termasuk izin yang lebih cepat untuk konvoi yang menuju ke persimpangan dan dikirim ke Gaza," jelasnya.

Ia pun meminta pihak-pihak terkait untuk menghormati hukum humaniter internasional dan bantuan tidak boleh diblokir, ditunda, maupun diserang. Para sandera juga harus dibebaskan segera dan tanpa syarat.

Adapun, Otoritas Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa konflik yang pecah sejak 7 Oktober 2023 telah menyewa lebih dari 59.000 orang dan hampir 18.000 di antaranya anak-anak. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.