Satgas UNIFIL TNI akan Dirotasi pada Mei

Jakarta, IDM – Prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), akan dirotasi pada Mei 2026.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) XXIII-S/UNIFIL akan habis masa tugasnya.
“Mei (dirotasi), Mei memang sudah habis (masa operasinya),” kata Agus dalam acara halal bihalal MUI di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
Baca Juga: Pakistan Dorong Babak Baru Perundingan Damai AS-Iran
Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan Satgas XXIII-T/UNIFIL untuk menggantikan Satgas XXIII-S.
Satgas XXIII-T/UNIFIL telah diberi pembekalan oleh Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kementerian Pertahanan RI Mayor Jenderal TNI Agus Widodo pada Jumat (10/4).
Diketahui, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalion Infanteri (Yonmek) XXIII-S/UNIFIL, dinyatakan gugur karena rangkaian insiden di sekitar markas pasukan perdamaian pada 29-30 Maret 2026. Ketiganya adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya, Serka Anumerta M Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.
Baca Juga: Israel Kembali Serang Lebanon usai Berunding
PBB menyatakan, insiden tanggal 29 Maret disebabkan artileri dari Israel. Sementara itu, insiden 30 Maret diduga ledakan ranjau Hizbullah.
Tercatat enam prajurit TNI lain yang tergabung dalam UNIFIL juga mengalami luka karena rangkaian insiden di Lebanon Selatan tersebut.
“(Satu prajurit luka) segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan, yang satu orang ya, ini sudah sedang cari tiketnya untuk kembali,” kata Agus. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































