Satgas CIMIC Unit XXXI-O/UNIFIL Dukung Donasi Pangan di Lebanon Selatan

Jakarta, IDM – Satuan Tugas (Satgas) Civil Military Coordination (CIMIC) TNI Konga XXXI-O berpartisipasi dalam kegiatan memasak bersama dan donasi pangan di Suwwanan, Lebanon Selatan.
Melansir keterangan tertulis PMPP TNI, Kamis (23/10), satgas membantu pelaksanaan kegiatan sosial yang didanai oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) El Mustamaa El Afdal, yang juga menyediakan bahan baku sekaligus staf untuk memasak.
Baca Juga: AS Peringatkan Israel Dapat Rusak Kesepakatan Damai Gaza
Dalam kesempatan ini, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Alexander Terangta Peranginangin selaku Komandan, mengikutsertakan pasukan penjaga perdamaian perempuan dan memastikan kesetaraan gender.
Baca Juga: Menlu Sugiono: Presiden Prabowo dan Presiden Afsel Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga Pendidikan
"Kegiatan donasi ini dinilai sangat sukses karena interaksi positif antara masyarakat setempat dan personel penjaga perdamaian, yang menumbuhkan rasa saling percaya dan mencapai tujuan menjaga perdamaian, melindungi kehidupan, dan memastikan masa depan yang lebih baik," tulis PMPP TNI. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































