Rusia-Ukraina Saling Serang di Tengah Upaya Perundingan Damai

Jakarta, IDM – Rusia dan Ukraina saling meluncurkan serangan di tengah upaya perundingan damai yang dilakukan berdasarkan proposal dari Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya di Geneva, Swiss, delegasi Kyiv membahas rencana damai berisi 28 poin yang diajukan oleh AS. Rencana itu menetapkan Kyiv untuk konsesi teritorial hingga dilarang bergabung NATO, ketentuan yang telah lama ditolak Kyiv.
Baca Juga: Usai Berunding dengan Ukraina, AS Optimis Konflik akan Segera Berakhir
Namun, sekutu Eropa dikabarkan tengah menyusun proposal lain karena rencana AS dinilai merugikan dan tidak menjamin keamanan jangka panjang.
"Putin memberikan respons terorisnya terhadap proposal perdamaian AS dan Presiden Trump. Dengan rentetan rudal dan drone yang menyerang Ukraina. Setidaknya enam warga sipil tewas dan lebih dari selusin lainnya terluka di Kyiv akibat serangan Rusia semalam," tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga melalui platform X, Selasa (25/11).
Baca Juga: Paramiliter Sudan Dilaporkan Telah Melakukan Kejahatan Perang
Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa 249 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh di berbagai wilayah, termasuk 116 di Laut Hitam serta 92 di Krasnodar dan Rostov. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































