Rusia Serang Pelabuhan, Presiden Ukraina: Semua Orang Terkena Dampaknya

Jakarta, IDM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia kini menargetkan pelabuhan di Odesa untuk merusak kegiatan ekspor kapal pengangkut biji-bijian. Demi menghadapi serangan rudal Rusia itu, Ia pun menegaskan negaranya butuh sistem pertahanan udara yang lebih canggih.
Dilansir dari President.gov.ua, laman resmi kepresidenan Ukraina, Kamis (20/7), dalam sebuah rekaman video, Zelensky kembali membujuk para sekutu untuk mengirim bantuan militer khususnya yang mampu melindungi langit Ukraina.
Baca Juga: AS Tuduh Rusia Berencana Serang Kapal Pengangkut Biji-bijian di Laut Hitam
“Ini mungkin merupakan upaya terbesar Rusia untuk merusak Odesa selama periode perang skala penuh. Dengan setiap serangan seperti itu, kami memohon kepada mitra kami: perisai langit Ukraina perlu diperkuat,” kata Zelensky.
Zelensky pun berpendapat bahwa serangan rudal tidak hanya merugikan Ukraina dan rakyatnya, tetapi juga berdampak pada banyak negara lain karena Pelabuhan Odesa merupakan akses ekspor utama jutaan ton biji-bijian.
Baca Juga: Melanggar Batas Wilayah Tanpa Izin, Tentara AS ditahan Korea Utara
"Pelabuhan sangat rusak akibat teror Rusia tadi malam yang menyimpan sekitar 60.000 ton produk pangan dan seharusnya di ekspor. Artinya, semua orang terkena dampak teror Rusia ini. Setiap orang di dunia harus setuju Rusia diadili atas teror yang dilakukannya,” jelasnya.
Sebelumnya, Pelabuhan Odesa diserang oleh rudal Rusia pada kemarin malam. Serangan itu melukai 10 orang dan terpaksa membuat Ukraina menunda ekspor biji-bijian dalam waktu yang belum dapat ditentukan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































