Rusia Sebut KTT G7 Ajang Propaganda Anti-Rusia

Jakarta, IDM – Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam KTT G7 2023 yang digelar di Hiroshima, Jepang pada 19-21 Mei. Ia menilai, pertemuan itu telah dipolitissai dan menjadi ajang propaganda yang menyebarkan nilai-nilai anti-Rusia.
Dilansir dari Tass, laman resmi media pemerintah Rusia, Senin (22/5), Moskow mengeluarkan pernyataan tersebut setelah kelompok negara terkaya di dunia itu menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung Ukraina. G7 disebut sebagai ‘inkubator’ yang mengobarkan histeria anti-Rusia dan merusak stabilitas global.
Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Korsel dan Jerman akan Bentuk Perjanjian Berbagi Informasi Intelijen
“G7 telah berubah menjadi inkubator untuk inisiatif destruktif yang mengguncang stabilitas global. Dan kemudian mereka dipaksa menjadi pro-Amerika termasuk negara-negara anggota NATO, Uni Eropa, dan sekutu Washington lainnya,” kata Kementrian Luar Negeri Rusia.
Disebutkan juga bahwa G7 menjadi faktor utama yang memperparah masalah global karena tidak mewakili kepentingan pembangunan lain, terutama negara-negara di kawasan Asia Pasifik, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.
Baca Juga: Trudeau Tegaskan Komitmen Kanada Bantu Ukraina dengan Perluas Latihan Militer
Rusia sendiri pernah menjadi anggota G7, yang sebelumnya dikenal sebagai G8, sampai Moskow dikeluarkan setelah aneksasi wilayah Krimea Ukraina pada 2014. Rusia pun mengaku tidak mempermasalahkan keluarnya dari G7, karena selama menjadi anggota, G8 dinilai telah gagal mengatasi krisis keuangan tahun 2008-2009. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































