INTERNASIONAL

Rusia Mundur dari Kesepakatan, 16 Kapal Ekspor Gandum Ukraina Tetap Berlayar

kapal pengangkut ekspor
Sebuah tim inspeksi sipil gabungan Rusia, Turki, Ukraina dan PBB mengunjungi kapal pengangkut ekspor pada 3 Agustus 2022 (Dok. UN)

Jakarta, IDM - Ukraina akan tetap menjalankan kesepakatan ekspor gandum melalui Laut Hitam. Meskipun Rusia telah mundur dari kesepakatan tersebut, Ukraina yang ditengahi PBB dan Turki, akan mengawal 16 kapal pengangkut ekspor gandum.

Ancaman krisis pangan dunia terjadi setelah Rusia memutuskan untuk mundur dari perjanjian ekspor gandum Ukraina, Sabtu (29/10). Rusia menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat melanjutkan kesepakatan karena Armada dan kapal yang digunakan untuk mengamankan jalur ekspor gandum telah diserang.

Dilansir dari Tass, Minggu (30/10), Kementrian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa “Mempertimbangkan tindakan terorisme terhadap kapal Armada Laut Hitam dan kapal sipil yang digunakan untuk menjaga keamanan koridor gandum, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam pelaksanaannya. perjanjian ekspor produk pertanian dari pelabuhan Ukraina."

PBB menyuarakan keprihatinan atas keputusan Rusia menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan tersebut, dimana lebih dari 9 juta ton jagung, gandum dan biji-bijian lain telah berhasil diekspor.

Dilansir dari UN, Minggu (30/10), Rusia menangguhkan kesepakatan tersebut tanpa batas waktu. Selama itu, PBB akan terus mendesak dialog dengan Rusia dalam The Joint Coordination Centre (JCC), sebuah koordinasi pusat perjanjian ekspor biji-bijian Ukraina yang mediasi oleh Turki dan PBB.

Berdasarkan laporan PBB tersebut, langkah awal yang dilakukan untuk meminimalisir kekurangan gandum dan biji-bijian adalah mengawal dan menjalankan 16 kapal pengangkut ekspor gandum Ukraina pada Senin (31/10).

Mundurnya Rusia dalam kesepakatan ini telah menyebabkan ekspor gandum dan biji-bijian tertunda sebanyak 170 kapal, dimana seharusnya perjanjian ini berakhir hingga 30 November 2022. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.