INTERNASIONAL

Rusia Kembali Hujani Kyiv dengan Drone

Rusia Kembali Hujani Kyiv dengan Drone
Salah satu fasilitas sipil yang tertembak drone di Kyiv pada Senin petang waktu setempat (Dok. Kyiv Independent)

Jakarta, IDM - Ibu Kota Ukraina kembali diserbu serangan pesawat nirawak (drone) oleh pasukan Rusia, Senin (19/12). Sekitar 20 drone Shahed terdeteksi di wilayah udara Kyiv dan 15 di antaranya berhasil ditembak jatuh.

Dilansir dari The Guardian, Senin (19/12), otoritas militer Ukraina menghimbau warganya untuk berlindung dan waspada selama peringatan udara berbunyi. Sirene pertama berbunyi sekitar pukul 01.56 waktu setempat, yang berlangsung selama lebih dari tiga jam. Kemudian, sirene kedua berbunyi sekitar pukul 05.24 waktu setempat dan berlangsung selama 30 menit.

"Sistem pertahanan udara sedang bekerja di wilayah tersebut. Tetap di tempat perlindungan dan tempat aman sampai alarm selesai. Jaga dirimu dan orang-orang terkasih," ujar Gubernur Kota Kyiv Oleksiy Kuleba.

Beberapa ledakan keras terdengar dari drone yang dihalau oleh sistem pertahanan udara maupun drone yang mengenai fasilitas sipil. Menurut pemerintah Ukraina, pasukan Rusia menggunakan drone Shahed buatan Iran. Serangan ini terjadi tiga hari setelah Rusia menghujani Kiev dengan drone serupa namun dengan jumlah yang lebih banyak. Serangkaian serangan seakan tidak akan berhenti sesuai dengan komando Presiden Rusia Vladimir Putin yang ingin merebut wilayah di Ukraina.

Sementara Pasukan Rusia menghujani Kyiv dengan Drone, Putin pergi ke Belarusia untuk mempererat dukungan militer, Senin (19/12). Kunjungannya ke Ibu Kota Minsk untuk berbicara dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menjadi yang pertama sejak 2019. Meskipun begitu, Lukashenko telah lebih dulu berkunjung ke Rusia pada pertengahan tahun ini.

Baca: Mengapa Menyerang Ukraina Berbuah Malapetaka Bagi Rusia?

Kunjugan Putin bertujuan untuk memperkuat dukungan dari negara yang dulunya anggota Uni Soviet. Bahkan, Belarusia menjadi sekutu utama Rusia yang akan mengerahkan bantuan personel untuk menyerang Ukraina. Sejak Rusia menginvasi Ukraina, Moskow dan Minsk membentuk unit pasukan regional gabungan dan telah mengadakan banyak latihan militer. Sebanyak tiga pesawat tempur Rusia dan pesawat peringatan dini serta kontrol udara dikerahkan ke Belarusia pada minggu lalu. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.