Rudal Rudal Rusia Hantam Ukraina Tengah

Jakarta, IDM - Angkatan Udara Ukraina mengatakan bahwa pesawat tempur MiG-31K Rusia telah menyerang beberapa titik di Ukraina bagian tengah dengan rudal hipersonik Kinzhal pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Reuters, Jumat (15/12), Ukraina berhasil menembak jatuh satu rudal Kinzhal di wilayah Kyiv. Gubernur wilayah Kyiv Ruslan Kravchenko mengatakan tidak ada korban jiwa, atau kerusakan pada infrastruktur penting dan sipil.
Baca Juga: Inggris, Jepang dan Italia Sepakati Perjanjian Kerja Sama Program Pesawat Tempur
Sementara dua lainnya menghantam distrik Starokostiantyniv, yang telah berulang kali diserang sejak perang pecah pada Februari tahun lalu. Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa layanan darurat sudah dikerahkan di dua lokasi tersebut, meskipun tidak ada laporan korban luka.
"Rusia menggunakan tiga Kinzhal yang diluncurkan dari tiga jet tempur di wilayah Tula tengah Rusia," kata Angkatan Udara Ukraina.
Baca Juga: Krisis Kelaparan, Penduduk Gaza Terpaksa Berebut Makanan
Sebelumnya, Rusia juga 6 rudal dan 42 drone, yang hampir seluruh drone itu ditembak jatuh oleh Ukraina. Akibatnya, sebanyak 11 orang terluka dan bangunan maupun gudang rusak tertimpa puing-puing drone yang dihancurkan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































