Ratas Hambalang, Presiden Prabowo Matangkan Arah Strategis Nasional Berbasis Aspirasi Rakyat

Jakarta, IDM – Rapat terbatas yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Hambalang menegaskan arah kebijakan pemerintah yang semakin inklusif dan kolaboratif.
Dalam rapat tersebut, pemerintah tidak hanya membahas isu strategis nasional, tetapi juga memperkuat perhatian terhadap aspirasi buruh sebagai bagian dari fondasi pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
Baca Juga: Kemenko Polkam Dorong Penanganan TPPO Lebih Cepat dan Tepat
Seskab Teddy Indra Wijaya menyebutkan diskusi berlangsung secara komprehensif, mencakup berbagai sektor penting, termasuk pendidikan.

“Sinergi antara pendidikan dan pembangunan menjadi kunci kemajuan nasional,” ungkap Teddy di Hambalang.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Negara Berpihak pada Buruh
Peran perguruan tinggi menjadi sorotan utama, dengan dorongan agar kampus berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah melalui inovasi dan penerapan teknologi.
Pemerintah optimistis bahwa sinergi antara dunia akademik, tenaga kerja, dan kebijakan negara akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata. (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































