Rapat dengan DPR, Bakamla Bahas Penguatan Diplomasi dan Anggaran untuk Sengketa Laut Natuna Utara

Jakarta, IDM – Komisi I DPR RI dan Badan Keamanan Laut RI membahas penguatan peran strategis Bakamla untuk permasalahan sengketa di Laut Natuna Utara atau Laut Cina Selatan.
Rapat dengar pendapat tersebut digelar dengan tema “Penguatan Strategis Bakamla RI sebagai Garda Kedaulatan Wilayah beserta Sumber Daya Alam dan Diplomasi di Laut Natuna Utara" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/11).
Baca Juga: Indonesia–Kroasia Perkuat Poros Kerja Sama Pertahanan lewat Diplomasi Parlemen
Dalam pembahasan tersebut, Komisi I dan Bakamla sepakat perlunya penguatan regulasi dalam penyelesaian sengketa batas wilayah, khususnya di Laut Natuna Utara.
Selain itu, perlunya penguatan diplomasi maritim serta anggaran untuk mendukung patroli dan latihan pengintegrasian sistem informasi.
“Diharapkan dengan adanya rapat ini dapat menjawab seluruh tantangan yang dialami Bakamla RI, sehingga mampu meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas mengamankan wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia,” tulis keterangan pers Humas Bakamla RI, dikutip Jumat (21/11).
Baca Juga: DPR Minta Presiden Prabowo Hati-Hati Soal Rencana Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza
Dalam konteks penguatan regulasi, baru-baru ini, Bakamla RI menekankan pentingnya penguatan Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN) pada rapat yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Jakarta, 18 September 2025.
Bakamla juga menekankan perlunya peningkatan kualitas data, konsistensi koordinasi, serta dukungan anggaran berkelanjutan agar IKLN dapat benar-benar menjadi indikator yang kredibel bagi Indonesia maupun komunitas internasional. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































