INTERNASIONAL

Rangkaian Serangan Drone Menghujam Ibu Kota Kyiev

drone
Salah satu drone Rusia yang ditembak jatuh di Kyiv (Foto: Dok. Twitter/Nexta)

Jakarta, IDM – Serangkaian serangan pesawat tak berawak atau drone telah ditargetkan ke Ibukota Kyiv selama beberapa hari ke belakang. Otoritas Ukraina menyebutkan bahwa serangan tersebut telah merusak infrastruktur dan melukai warga sipil.

Dilansir dari Reuters, Jumat (5/5), alarm peringatan untuk berlindung terdengar menggema di seluruh kota pada Kamis malam. Warga diperintahkan untuk pergi ke tempat penampungan ketika ledakan dan tembakan terjadi di dekat pusat kota.

Serangan dimulai tepat setelah jam 8 malam dan berlangsung sekitar 20 menit. Angkatan Udara Ukraina mengatakan mereka telah menghancurkan salah satu dronenya sendiri setelah kehilangan kendali karena kegagalan teknis saat mengudara di atas wilayah Kyiv. Tidak dijelaskan berapa total drone yang dihancurkan dalam semalam.

Baca Juga: Inggris dan Norwegia Cegat Pesawat Rusia di Atlantik Utara

Sementara itu, sehari sebelum drone menargetkan Kyiv, Kremlin diserang dua drone tepat di Istana Kepresidenan. Juru bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa AS merupakan dalang dari penyerangan itu dan Ukraina yang mengeksekusi.

“Upaya untuk memungkiri (serangan terhadap Kremlin) ini, baik oleh Kyiv maupun di Washington, tentu saja sangat konyol. Kami tahu betul bahwa keputusan tentang tindakan semacam itu, tentang serangan teroris semacam itu, bukan diputuskan oleh Kyiv tetapi Washington," ujar Peskov.

Peskov mengungkapkan, penyelidikan sedang dilakukan dan Presiden Putin pun akan menggelar pertemuan dengan Dewan Keamanan Rusia yang dijadwalkan pada akhir minggu ini.

Baca Juga: Perkuat Kemitraan Indo-Pasifik, NATO akan Buka Kantor Penghubung di Jepang

Menanggapi tudingan tersebut, Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby menolak "kebohongan" Rusia dan mengatakan masih belum ada bukti konklusif mengenai keaslian video yang menunjukkan drone di Kremlin.

Disisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengajukan permohonan ke Mahkamah Internasional di Den Haag, agar Putin diadili atas kejahatan perang yang berlangsung sejak Februari tahun lalu. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.