Putin Sebut Rusia Bangun Zona Penyangga untuk Lindungi Diri dari Ukraina

Jakarta, IDM – Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa pasukannya yang bertempur di sekitar Kharkiv, wilayah timur laut Ukraina, sedang membangun zona penyangga untuk melindungi Rusia dari serangan.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (18/5), pernyataan itu ia ungkapkan usai pembicaraan dengan Presiden Cina Xi Jinping. Ia menyebut pasukan Rusia tetap berupaya untuk bergerak maju di medan tempur menghadapi Ukraina yang terus melakukan serangan. Sehingga, zona penyangga sangat diperlukan untuk melindungi warga sipil Rusia.
"Mengenai apa yang terjadi di sekitar Kharkiv, ini adalah kesalahan mereka (Ukraina) karena mereka melakukan penembakan dan, sayangnya, terus melakukan penembakan terhadap lingkungan pemukiman di wilayah perbatasan, termasuk Belgorod," kata Putin.
Baca Juga: Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk Melalui Dermaga Sementara AS di Pantai Gaza
"Warga sipil sekarat di sana. Mereka menembak langsung ke pusat kota, kawasan pemukiman. Dan saya katakan secara terbuka bahwa jika ini terus berlanjut, kita akan terpaksa menciptakan zona keamanan, zona penyangga. Itulah yang sedang kita kerjakan," tambahnya.
Ia pun mengaku telah membahas banyak hal penting dengan Xi termasuk Ukraina. Ia memuji Xi karena mengambil pendekatan yang fleksibel untuk mengakhiri konflik.
Selain itu, ia mengkritik negara-negara Barat yang menurutnya telah mengabaikan rancangan gencatan senjata yang dicapai tim perunding Rusia dan Ukraina di Turki pada tahun 2022. Kendati demikian, ia menegaskan Rusia tetap terbuka untuk merundingkan perdamaian.
Baca Juga: Korut Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Timur
“Mereka ingin mendapatkan keuntungan di medan perang, meraih kekalahan strategis, namun hal itu tidak berhasil,” ujar Putin tentang Barat dan Ukraina.
“Tetapi kami tetap siap untuk membahasnya (perdamaian), kami tidak pernah menolaknya," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































