Putin Kunjungi Korut, AS Khawatir Dampak Hubungan Erat Keduanya Terhadap Keamanan

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) menyuarakan kekhawatirannya atas hubungan antara Rusia dan Korea Utara (Korut) yang semakin erat, ditandai dengan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Pyongyang untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.
"Mendalamnya kerja sama antara Rusia dan Korut merupakan sesuatu yang patut menjadi perhatian, terutama bagi siapa pun yang tertarik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," kata juru bicara Pentagon Pat Ryder, melansir Defense.gov, Rabu (19/6).
Baca Juga: Ukraina Tolak Syarat Gencatan Senjata dari Presiden Rusia
Ryder menjelaskan, kekhawatiran itu didasarkan pada peluang meningkatnya transaksi jual beli senjata antara kedua negara tersebut. Korut diyakini memasok artileri, rudal, dan peralatan militer lainnya kepada Rusia untuk digunakan dalam perang melawan Ukraina, dengan imbalan bantuan teknologi militer.
"Korut menyediakan amunisi dan senjata ke Rusia yang dapat membantu mereka melanggengkan perang ilegal dan tidak beralasan terhadap rakyat Ukraina. Ini adalah sesuatu yang akan terus kami awasi," ujarnya.
Baca Juga: Perkuat Kerja Sama, Putin Kunjungi Korut untuk Pertama Kali dalam 24 Tahun
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby menilai bahwa kunjungan langka Putin itu dilakukan sebagai bentuk 'unjuk pesona' usai ia kembali terpilih menjadi presiden pada Maret lalu.
"Tidak mengherankan jika dia pergi ke Korut setelah pemilunya… Dia akan berupaya unjuk pesona, dan tampaknya itulah yang dia lakukan," imbuhnya melansir Whitehouse.gov. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































