PARLEMEN

Puan Desak Pemerintah Bentuk Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Korban Online Scam di Luar Negeri

Ketua DPR RI Puan Maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas kasus 110 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan daring (online scam) di Kamboja.

Ia meminta pemerintah segera membangun sistem peringatan dini (early warning system) bagi pekerja migran untuk mencegah kejadian serupa.

“Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa sempitnya lapangan kerja di dalam negeri sering memaksa warga kita mengambil risiko tinggi di luar negeri,” ujar Puan, Kamis (30/10).

Puan menilai perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) masih lemah. Karena itu, ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perekrutan dan penempatan pekerja migran.

Baca Juga: Komisi I DPR Desak Penangkapan Jaringan Pengirim Pekerja Online Scam ke Kamboja

Menurutnya, perlindungan harus dimulai sejak pra-keberangkatan, mulai dari penyediaan informasi, pelatihan, hingga verifikasi tempat kerja.

“Pemerintah perlu memperkuat koordinasi antara Kementerian Luar Negeri, KP2MI, Imigrasi, dan aparat bandara untuk mendeteksi keberangkatan mencurigakan ke negara berisiko tinggi seperti Kamboja, Myanmar, dan Laos,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan teknis terhadap jalur non-prosedural dan mendorong kolaborasi lintas lembaga untuk membangun sistem deteksi dini di titik keberangkatan.

Selain itu, Puan mengapresiasi langkah cepat KBRI Phnom Penh dan KP2MI dalam mengevakuasi 110 WNI korban online scam tersebut.

Baca Juga: DPR Kecam Israel Bombardir Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Puan juga mengingatkan agar upaya pemulihan korban tak berhenti pada penyelamatan semata.

“Negara harus menjamin pemulihan fisik dan mental korban serta memberi akses ke pelatihan dan program pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Puan juga menyerukan agar pemerintah mempercepat penciptaan lapangan kerja produktif di dalam negeri untuk menekan migrasi non-prosedural.

“Selama pekerjaan layak belum tersedia di dalam negeri, rakyat akan terus mencari peluang di luar negeri meskipun risikonya besar,” pungkasnya. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.