Presiden Ukraina Tambah Alokasi Dana untuk Tingkatkan Program Rudal

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana tambahan untuk mengembangkan program rudal domestik di tengah konflik dengan Rusia yang telah berlangsung selama dua tahun.
Ukraina, yang telah memprioritaskan produksi drone serang jarak jauh sejak konflik, telah mencoba membangun produksi senjata domestik seperti Neptun, rudal antikapal Ukraina yang juga dapat menyerang target darat.
Baca Juga: Filipina-Jerman Jajaki Perluasan Kerja Sama Pertahanan
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempersempit kesenjangan kemampuan dengan Rusia, yang memiliki serangkaian senjata jarak jauh.
"Pendanaan tambahan dialokasikan untuk program rudal kami. Lebih banyak rudal produksi dalam negeri akan segera hadir," kata Zelensky melansir Reuters, Rabu (7/8).
Baca Juga: Ukraina Disebut Terus Melancarkan Serangan Udara ke Wilayah Rusia
Ia tidak memberikan rincian tambahan. Namun, sebelumnya ia telah mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada rudal yang dipasok oleh sekutu.
Ukraina sangat bergantung pada bantuan militer dari sekutu Barat selama perang. Zelensky pun telah berulang kali menekankan pentingnya sistem pertahanan udara dan ia mengklaim pesawat tempur F-16 dari sekutu telah tiba di negaranya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































