Presiden Ukraina Sebut Perundingan Damai dengan Rusia akan Dilanjut Pekan Depan

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ia telah menerima tawaran Amerika Serikat (AS) untuk kembali menggelar perundingan damai dengan Rusia pada pekan depan.
Melansir Bloomberg, Kamis (12/2), perundingan itu akan berfokus pada teritorial, menyusul proposal AS membentuk zona ekonomi bebas sebagai penyangga di wilayah Donbas. Namun, kata Zelensky, Ukraina maupun Rusia tidak mendukung proposal AS tersebut.
Baca Juga: Ukraina dan Prancis Berencana Produksi Senjata Bersama
“Tidak satu pun pihak yang menyukai gagasan zona ekonomi bebas, baik Rusia maupun kami,” kata Zelenskiy, seraya menambahkan bahwa negosiasi mungkin akan berlangsung pada hari Selasa atau Rabu.
Perundingan Ukraina-Rusia yang dimediasi AS terakhir kali digelar pada awal bulan ini di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Para delegasi berfokus pada mekanisme gencatan senjata dan bagaimana hal itu akan dipantau oleh AS.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Rusia di Arktik, Inggris Lipat Gandakan Jumlah Pasukan ke Norwegia
Zelensky juga optimis konflik dapat berakhir dalam beberapa bulan jika negosiasi berjalan dengan itikad baik. Sementara, AS dan negara-negara Barat terus memberi sanksi sebagai tekanan pada Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































