Presiden Ukraina Sebut Draf Jaminan Keamanan Telah Siap

Jakarta, IDM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa draf dokumen tentang jaminan keamanan Ukraina, negara-negara Eropa, dan AS telah siap.
Melansir AA, Selasa (23/12), ia juga memperingatkan bahwa intelijen Ukraina mendeteksi kemungkinan Rusia melakukan serangan skala besar saat libur Natal.
Baca Juga: AS hingga Turki Desak Israel-Hamas Taati Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
“Tim negosiasi kami sekarang kembali dari Miami… Menurut saya, semua yang mungkin perlu kita lakukan untuk draf awal telah selesai,” kata Zelensky.
Ia mengungkapkan, proposal damai berisi 20 poin yang diusulkan AS telah disusun dan mencakup jaminan keamanan antara Ukraina, mitra Eropa, dan AS. Mengenai ancaman keamanan langsung, ia kembali menekankan bahwa pertahanan udara tetap menjadi "masalah nomor satu" guna melindungi rakyatnya.
Baca Juga: Satgas Indo RDB MONUSCO Latihan Siap Siaga Huru-Hara
“AS saat ini terus melakukan negosiasi dengan perwakilan Rusia. Mereka akan mengadakan pembicaraan, dan kemudian kami akan menerima umpan balik dari mereka. Dari pihak kami, mereka telah menerima semua informasi,” katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































