POLKAM

Presiden Prabowo Tekankan Penguatan Ketahanan Nasional Lewat Transformasi Pendidikan

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4, Bekasi. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pembangunan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada alutsista dan kekuatan militer, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan dan penguasaan teknologi.

Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam Pidato Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kekayaan alam melimpah yang selama ratusan tahun kerap dinikmati bangsa lain.

Baca Juga: Prabowo Minta Laporan Langsung Menhan Sjafrie hingga Panglima TNI Soal Tambang Ilegal

Maka, lanjut Kepala Negara, kebangkitan bangsa hanya dapat dicapai apabila rakyat memiliki kemampuan mengelola kekayaan nasional secara mandiri.

"Tujuan berbangsa dan bernegara adalah memberi kualitas hidup yang layak bagi seluruh rakyat. Kita tidak boleh mempertahankan keadaan di mana kekayaan Indonesia hanya dinikmati segelintir orang," tegasnya.

Prabowo juga menyebut kemampuan bangsa dalam sains, teknologi, dan pendidikan adalah kunci untuk memperkuat ketahanan nasional.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Nasional, Kemenko Polkam Pantau Industri Pertahanan di PT Pindad

Dalam pandangan Prabowo, pendidikan bukan hanya sektor pembangunan sosial, melainkan bagian integral dari strategi pertahanan jangka panjang.

"Tidak ada kemakmuran dan tidak ada kekuatan pertahanan tanpa penguasaan sains dan teknologi," ujar Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menambahkan Indonesia membutuhkan lebih banyak dokter, insinyur, ilmuwan, dan tenaga profesional untuk memastikan kekayaan nasional dapat dikelola sendiri dan tidak lagi bergantung pada pihak luar.

Dalam konteks pertahanan teritorial, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pemerataan akses teknologi hingga ke daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal).

Baca Juga: TNI-Kemenko Polkam Dorong Integrasi Tata Ruang Pertahanan untuk Perkuat Kedaulatan Bangsa

Ia memerintahkan keterlibatan TNI dan Polri untuk memastikan panel digital pembelajaran dapat dikirim ke sekolah-sekolah di wilayah paling sulit dijangkau.

"Ada sekitar 140 sekolah di pegunungan yang sangat susah dijangkau. Kita akan dibantu TNI dan Polri supaya semua sekolah mendapat kesempatan yang sama," kata Prabowo.

Langkah tersebut dinilai selaras dengan strategi pertahanan negara yang menempatkan pembangunan wilayah perbatasan sebagai bagian dari penguatan kehadiran negara di seluruh penjuru Nusantara. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.