Presiden Prabowo Intensifkan Pengawasan Penanganan Banjir dan Alur Bantuan di Aceh

Jakarta, IDM – Pemerintah pusat terus bergerak cepat menyikapi kondisi Aceh yang tengah berupaya bangkit dari banjir besar.
Presiden RI Prabowo Subianto kembali meninjau langsung wilayah terdampak pada Minggu (7/12), setelah sebelumnya melakukan kunjungan pada 1 Desember 2025, untuk melihat dampak bencana.
Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi sejumlah pejabat utama, termasuk Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Modernisasi Alutsista jadi Kunci Respons Cepat Bencana
Rombongan langsung bergerak menggunakan helikopter Caracal menuju Helipad Batalion Infanteri 113/Jaya Sakti.
Dari lokasi tersebut, tim pusat dan daerah melakukan penyusunan ulang rencana logistik, terutama menyangkut pembukaan akses yang terputus.
Peninjauan dilanjutkan ke Jembatan Bailey Teupin Mane, salah satu titik kritis yang sejak awal menjadi sorotan pemerintah.
Baca Juga: Perkuat Kesiapsiagaan Nasional, Prabowo Berencana Datangkan 200 Helikopter di 2026
Kerusakan pada jembatan itu menyebabkan beberapa desa di Kabupaten Bireuen sulit dijangkau, sehingga pengiriman bantuan logistik harus melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta laporan detail tentang progres pemasangan jembatan darurat serta kendala teknis yang dihadapi para petugas di lapangan.
Presiden juga mengunjungi Posko Pengungsian di Desa Balee Panah. Di sana Kepala Negara menerima paparan dari petugas posko terkait jumlah pengungsi, ketersediaan logistik, serta proses penyaluran bantuan yang masih dilakukan secara bertahap.
Prabowo berbicara langsung dengan warga dan petugas medis untuk memastikan kebutuhan mendesak mereka terpenuhi, terutama obat-obatan, layanan sanitasi, dan kebutuhan gizi anak.
Baca Juga: Pemerintah Matangkan Rekomendasi Pengawalan RUU Keamanan Siber
Selain memastikan kelancaran distribusi bantuan, kunjungan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik baru yang membutuhkan evakuasi tambahan serta mengoordinasikan percepatan pembukaan akses jalan yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Presiden menekankan pentingnya kehadiran pemerintah tidak hanya pada tahap awal bencana, tetapi hingga seluruh wilayah terdampak bisa kembali berfungsi normal.
Kunjungan kedua ini mempertegas komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal proses penanganan bencana secara menyeluruh, mulai dari respon darurat, distribusi bantuan, hingga pemulihan infrastruktur penting yang menjadi denyut aktivitas masyarakat Aceh. (Ykb)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































