INTERNASIONAL

Presiden Iran Sebut Jadi Target Serangan Israel Selama Perang 12 Hari

Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut dirinya menjadi sasaran upaya pembunuhan oleh Israel selama konflik 12 hari pada pertengahan Juni. (Foto: president.ir)

Jakarta, IDM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran pembunuhan oleh Israel, selama konflik 12 hari yang terjadi pertengahan Juni lalu.

Pernyataan Pezeshkian muncul sekitar satu bulan setelah serangan besar-besaran dilancarkan Israel ke wilayah Iran pada 13 Juni.

Serangan Israel tersebut menewaskan sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir penting milik Iran.

Baca Juga: 45 Awak Kapal Perang Ikut Pelatihan Perawatan Senjata Meriam dan Prosedur Misfire

“Ya, mereka memang mencoba. Mereka bertindak sesuai dengan itu, tetapi mereka gagal,” ungkap Pezeshkian, dalam sebuah wawancara yang dikutip AFP, Selasa (8/7).

Presiden Iran itu menceritakan percobaan pembunuhan terjadi saat ia berada di sebuah pertemuan.

Menurut dia, Israel berusaha membombardir lokasi rapat yang tengah ia hadiri. Namun, Pezeshkian menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat langsung dalam upaya pembunuhan terhadap dirinya.

Baca Juga: Yonif Tengkorak Miliki Komandan Batalyon yang Baru

Pezeshkian pun menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki tujuan pribadi untuk terus memperpanjang konflik di kawasan Timur Tengah, dan sengaja mendorong AS ikut terlibat.

“Pemerintah AS seharusnya menahan diri untuk tidak terlibat dalam perang yang bukan perang Amerika, melainkan perang Netanyahu,” tegas Pezeshkian.

Terkait hubungan diplomatik, Pezeshkian mengemukakan kesiapan Iran untuk kembali membuka perundingan nuklir. Tetapi, Pezeshkian mengatakan langkah tersebut hanya bisa dilakukan jika kedua negara saling percaya.

Baca Juga: Hadang Ekspansi Cina di LCS, Jepang Berencana Kirim Enam Kapal Perusak untuk Filipina

“Kami tidak melihat masalah dalam perundingan. Ada syaratnya untuk memulai kembali. Bagaimana kita bisa percaya lagi pada AS?” ucap dia.

Pezeshkian juga memberikan dua pilihan kepada AS dalam menghadapi Iran dan kawasan Timur Tengah, yakni memilih jalur damai atau terseret ke dalam perang.

“Presiden AS cukup mampu membimbing kawasan ini menuju perdamaian dan masa depan yang lebih cerah, serta menempatkan Israel pada tempatnya atau terjerumus ke dalam jurang atau rawa yang tak berujung,” pungkas dia. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.