Prajurit TNI UNIFIL yang Luka akibat Serangan Tanggal 29 Maret Dinyatakan Gugur

Jakarta, IDM – Prajurit TNI Kopral Rico Pramudia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dinyatakan gugur, Jumat (24/4).
Pihak UNIFIL menyatakan, Kopral Rico gugur setelah menderita luka kritis akibat ledakan artileri di sekitar markas pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret lalu.
“UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang mengalami luka kritis setelah ledakan proyektil di pangkalannya di Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret malam,” tulis siaran pers UNIFIL, Jumat (24/4).
Baca Juga: Trump: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang Tiga Minggu
UNIFIL menyatakan, Kopral Rico wafat setelah dirawat di Rumah Sakit Beirut, Lebanon.
UNIFIL juga menyampaikan duka cita terdalam kepada keluarga dan teman-teman Kopral Rico, TNI, dan pemerintah Indonesia.
“Kami menuntut kepada seluruh pelaku agar menjunjung kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel dan properti PBB sepanjang waktu,” kata UNIFIL.
Baca Juga: Indonesia dan Tujuh Negara Kecam Pelanggaran Israel di Masjid Al-Aqsa
Dikutip dari BBC, berdasarkan penyelidikan awal PBB, serangan tanggal 29 Maret tersebut disebabkan tembakan tank Israel.
Serangan itu sebelumnya juga telah mengakibatkan prajurit TNI lain gugur, yakni Praka Farizal Rhomadhon.
Dengan demikian, empat prajurit TNI yang mengemban misi UNIFIL telah gugur pada insiden pada 29-30 Maret 2026. Mereka adalah Praka Farizal, Kapten (Inf) Zulmi Aditya, Sertu M Nur Ichwan, dan yang terbaru Kopral Rico. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































