Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Serangan Israel Langgar Hukum Internasional!

Jakarta, IDM – Insiden tewasnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon memantik kecaman keras dari parlemen.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, menyebut serangan yang diduga dilakukan oleh Israel sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Menurut Deng Ical, keberadaan pasukan TNI di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata, melainkan menjaga stabilitas dan perdamaian di wilayah rawan konflik.
Baca Juga: DPR Ingatkan Efisiensi BBM TNI Jangan Korbankan Kesiapan Tempur
Oleh karena itu, setiap bentuk serangan terhadap pasukan perdamaian tidak hanya melanggar norma internasional, tetapi juga mencederai prinsip dasar kemanusiaan global.
Ia menilai insiden tersebut tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan semata. Indikasi adanya unsur kesengajaan, kata dia, harus diselidiki secara serius karena berpotensi masuk dalam kategori kejahatan perang.
“Menyerang pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius hukum internasional. Negara tidak boleh diam, harus ada sikap tegas dan terukur,” ungkap Daeng Ical.
Baca Juga: Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR: Pengunduran Diri KBAIS Bukan Akhir Pengusutan
DPR, lanjutnya, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik aktif dengan mendorong investigasi independen di bawah PBB.
Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi korban sekaligus menjaga kredibilitas misi perdamaian internasional.
Selain aspek hukum dan diplomasi, Daeng Ical juga menyoroti tanggung jawab negara terhadap prajurit.
Baca Juga: DPR: Kemlu dan Dubes Indonesia Lobi Iran Soal Kapal yang Tertahan di Selat Hormuz
Ia meminta Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait bergerak cepat untuk memulangkan jenazah prajurit yang gugur dengan penghormatan militer, serta memastikan prajurit yang terluka mendapatkan perawatan terbaik.
Ia meminta Presiden Prabowo Subianto perlu menyampaikan sikap resmi negara yang tegas, sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya sekaligus menjaga martabat Indonesia di mata dunia.
Di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di Timur Tengah, ia juga mengingatkan seluruh personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. (Ykb)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































