INTERNASIONAL

PM Malaysia Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Hentikan Konflik di Perbatasan

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta Thailand dan Kamboja segera menghentikan konflik di perbatasan kedua negara. (Foto: Dok. X/anwaribrahim)

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta Thailand dan Kamboja segera menahan diri dan menghentikan konflik di perbatasan kedua negara.

“Paling tidak, kita bisa berharap mereka mundur dan semoga mencoba bernegosiasi,” ujar Anwar, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), seperti dilansir AFP, Jumat (25/7).

Anwar menerangkan kedua negara baik Thailand maupun Kamboja adalah anggota penting ASEAN. Sehingga dirinya berharap kedua negara bisa menahan diri dan menghentikan konflik mematikan tersebut.

Baca Juga: Prajurit TNI AL Gelar Latihan Bersama Pertempuran Kota di Yordania

“Mereka sangat dekat dengan Malaysia dan saya telah menyampaikan pesan kepada kedua PM. Saya berharap dapat berbicara dengan keduanya malam ini,” tutur Anwar.

Anwar menegaskan perdamaian adalah satu-satunya pilihan yang tersedia bagi negara-negara anggota ASEAN.

Adapun konflik kedua negara semakin memanas. Terkini, Thailand meluncurkan serangan udara ke sasaran militer di Kamboja.

Sebagai balasan, Kamboja menembakkan roket dan artileri ke wilayah Thailand. Akibat serangan roket dari Kamboja, sedikitnya 11 warga sipil Thailand tewas.

Ketegangan kedua negara merupakan eskalasi terbaru dari sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama di kawasan Segitiga Zamrud, wilayah strategis di mana perbatasan kedua negara bertemu dengan Laos dan menjadi lokasi sejumlah kuil bersejarah.

Baca Juga: Iran Kembali Izinkan Badan Pengawas Nuklir PBB Kunjungi Teheran

Perselisihan kedua negara terjadi hanya dua minggu setelah para menteri luar negeri ASEAN berkumpul di Kuala Lumpur bersama perwakilan dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, dalam rangka memperkuat stabilitas regional.

Diketahui, konflik antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung selama puluhan tahun, dan sempat berubah menjadi konflik bersenjata sekitar 15 tahun silam.

Ketegangan kembali meningkat ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak di perbatasan, pada Mei lalu. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.