INTERNASIONAL

PM Denmark Kecam Trump yang Ragukan Peran Sekutu NATO di Afghanistan

PM Denmark Mette Frederiksen
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. (Foto: Dok. Statsministeriet)

Jakarta, IDM – Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen, melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Frederiksen meradang setelah Trump mengeluarkan pernyataan yang meragukan peran dan kontribusi negara-negara sekutu NATO selama perang di Afghanistan.

​Kecaman tersebut disampaikan Frederiksen melalui unggahan di akun Instagram resminya, @mette, pada Sabtu (24/1). Ia menegaskan, keraguan Trump terhadap dedikasi tentara sekutu sangat tidak bisa diterima dan melukai hati para veteran.

​"Sangat tidak dapat diterima jika Presiden Amerika meragukan upaya tentara sekutu di Afghanistan," tulis Frederiksen dalam unggahannya, dikutip Minggu (25/1). Ia juga menambahkan, simpatinya tertuju sepenuhnya kepada para veteran, keluarga mereka, serta mereka yang kehilangan orang-orang terkasih di medan tugas.

Baca Juga: Diplomasi Militer Winter Ball di New York, Perwakilan TNI Sampaikan Misi Indonesia lewat Pasukan Perdamaian

​Reaksi keras ini dipicu oleh wawancara Trump dengan Fox News. Dalam kesempatan itu, Trump menyebut AS sebenarnya tidak pernah membutuhkan bantuan sekutu. Ia bahkan menuding tentara NATO hanya "berdiam diri di belakang" dan menjauh dari garis depan pertempuran di Afghanistan.

​Pernyataan Trump tersebut sontak memicu kemarahan besar di kalangan veteran Denmark. Salah satunya adalah Michael Willadsen, mantan kepala polisi yang sempat dua kali bertugas di Afghanistan. Ia merasa pernyataan Trump sangat menyakitkan.

​"Saya pernah bertempur di garis depan Provinsi Helmand, di wilayah yang bahkan tidak ada satu pun tentara Amerika. Sakit rasanya saat dia bilang kami tidak dibutuhkan, karena saya yakin kehadiran kami sangat krusial," tegas Willadsen kepada lembaga penyiaran publik DR.

​Senada dengan itu, Rene Lenskjold selaku koordinator veteran di Kota Esbjerg menilai ucapan Trump telah menghancurkan makna pengabdian para prajurit. Ia menyebut banyak mantan tentara kini merasa pengabdian terbaik dalam hidup mereka menjadi sia-sia karena dituduh sebagai sekutu yang buruk.

Baca Juga: Razia Online Scam Kamboja, 2.117 WNI Minta Pulang ke KBRI dalam Sepekan

​Sebagai bentuk protes nyata, Asosiasi Veteran Denmark mengumumkan akan menggelar aksi silent march (longmars diam) minggu depan. Massa akan bergerak dari benteng Kastellet di Kopenhagen menuju Kedutaan Besar AS.

​"Kami melakukan ini karena kebohongan dan hinaan Presiden Amerika yang ditujukan kepada veteran Denmark dan negara sekutu lainnya," tegas Ketua Nasional Asosiasi Veteran, Carsten Rasmussen. Ia bahkan menyebut tindakan Trump sebagai sebuah pengkhianatan.

​Denmark merupakan salah satu sekutu setia yang mengirimkan ribuan personel ke Afghanistan di bawah komando NATO sejak 2002. Denmark membayar harga yang sangat mahal dalam misi ini. Setidaknya 41 tentara mereka gugur, mayoritas di Provinsi Helmand yang merupakan wilayah paling mematikan. Angka kematian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di dunia jika dibandingkan dengan jumlah populasi Denmark. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.