Petugas Medis Gaza Mengaku Disiksa Pasukan Israel

Jakarta, IDM - Staf medis Palestina di Gaza dilaporkan telah ditahan, ditelanjangi, dan dipukuli berulang kali oleh tentara Israel (Israel Defense Forces/IDF) usai rumah sakit tempat mereka bertugas digeledah pada bulan lalu.
Dilansir dari BBC, Selasa (12/3), Ahmed Abu Sabha, seorang dokter di rumah sakit Nasser, menggambarkan bagaimana ia ditahan selama seminggu dan tangannya dipatahkan oleh seorang tentara Israel. Penyiksaan serupa juga dialami dua petugas medis lain, yang dirahasiakan identitasnya.
Baca Juga: Cina, Iran dan Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan di Teluk Oman
Ketiga petugas medis itu menjelaskan kepada BBC bahwa mereka dipukuli, disiram air dingin, dan dipaksa berlutut selama berjam-jam. Mereka mengaku ditahan selama berhari-hari sebelum dibebaskan.
Sementara, IDF tidak menanggapi secara langsung pertanyaan tentang pengakuan para staf medis tersebut. Namun mereka membantah terdapat staf medis yang terluka selama operasi militer mereka di Gaza.
Selain itu, IDF mengatakan bahwa sudah menjadi bagian dari prosedur militer untuk menelanjangi tahanan ketika diperiksa. Hal itu diklaim untuk memastikan tahanan tidak menyembunyikan senjata maupun alat-alat berbahaya lainnya.
Baca Juga: Diduga Lakukan Spionase, Warga Korsel Ditangkap di Rusia
"Biasanya, selama proses penangkapan, seringkali tersangka teroris perlu menyerahkan pakaiannya agar dapat digeledah dan untuk memastikan mereka tidak menyembunyikan rompi peledak atau persenjataan lainnya," kata IDF.
“Pakaian tidak segera dikembalikan kepada para tahanan, karena ada kecurigaan bahwa mereka mungkin menyembunyikan alat-alat yang dapat digunakan untuk tujuan kekerasan. Para tahanan diberikan kembali pakaian mereka jika memungkinkan," jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































