Pesawat Tempur F-35 Angkatan Laut AS Jatuh, Pilot Berhasil Lontarkan Diri

Jakarta, IDM – Sebuah pesawat tempur F-35 Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) jatuh di California tengah, dekat Pangkalan Udara Angkatan Laut Lemoore.
Baca Juga: Deputy Force Commander MINUSCA Hadiri Medal Parade di Afrika Tengah
Melansir CNN, Kamis (31/7), kecelakaan itu terjadi pada Rabu (30/7) sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Pilot berhasil melontarkan diri dengan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Pesawat itu merupakan bagian dari Strike Fighter Squadron VF-125, yang dikenal sebagai "Rough Raiders". VF-125 bertanggung jawab untuk melatih pilot dan awak pesawat.
Baca Juga: PBB Tegaskan Gaza Butuh Gencatan Senjata Permanen Bukan Jeda Taktis
Sementara, pesawat tempur yang jatuh adalah F-35C, salah satu dari tiga varian F-35 Lightning II yang dirancang untuk melengkapi kapal induk AS. Pesawat tempur F-35 juga merupakan generasi kelima dan salah satu yang tercanggih di dunia. Lebih dari 17 negara memiliki F-35 produksi Lockheed Martin tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































