Pertama Kali, Filipina dan Jepang Gelar Latihan Maritim di Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM – Filipina dan Jepang menggelar latihan maritim gabungan untuk pertama kalinya pertama di Laut Cina Selatan, di tengah ketegangan yang meningkat dengan Cina.
Latihan yang melibatkan Angkatan Laut dari kedua negara itu berlangsung di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina pada Jumat (2/8). Sebelumnya, Filipina juga melakukan latihan serupa dengan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: PBB: Warga Palestina yang Disandera Israel Mengalami Penyiksaan
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kerja sama regional dan internasional guna mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Angkatan Bersenjata Filipina (Armed Forces of the Philippines/AFP) melalui platform X, Sabtu (3/8).
Angkatan Laut Filipina mengerahkan kapal fregat BRP Jose Rizal, sedangkan Jepang mengirim kapal perusak JS Sazanami. Latihan yang dilakukan meliputi latihan komunikasi, manuver taktis, dan fotografi.
Baca Juga: Presiden Turki Tetapkan Hari Berkabung atas Kematian Pemimpin Hamas
Latihan tersebut merupakan langkah lanjutan usai keduanya menandatangani pakta militer pada bulan lalu, yang memungkinkan pengerahan pasukan di wilayah masing-masing. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































