INTERNASIONAL

Pertama Kali, AS Kirim Bantuan Drone Black Hornet ke Ukraina

Drone Black Hornet 2
Drone Black Hornet 2. (Foto: Wikimedia)

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) kembali memutuskan untuk mengirim bantuan militer pada Ukraina senilai $400 juta demi merebut kembali wilayah kedaulatannya dan melindungi tentara, warga sipil, hingga infrastruktur pada Rabu (26/7).

Paket persenjataan baru tersebut mencakup drone pengintai Black Hornet buatan Teledyne FLIR Defense, Industri pertahanan Amerika Serikat (AS). Pemberian drone ini merupakan yang pertama kalinya dan mewujudkan komitmen pemerintah Biden untuk berkontribusi terhadap pertahanan Ukraina.

Baca Juga: Antisipasi Berbagai Tantangan, Australia akan Beli 20 Pesawat Hercules C-130

"Komitmen kami tunjukkan dalam bantuan keamanan senilai hingga $400 juta. Terdiri dari tambahan termasuk Hornet Unmanned Aerial Systems, dan peralatan lain untuk membantu Ukraina melawan perang agresi Rusia yang sedang berlangsung," kata Kementerian Pertahanan AS melansir Defense.gov pada Rabu (26/7).

Selain itu, AS juga akan mengirim amunisi tambahan untuk sistem pertahanan udara Patriot dan National Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASMS), kendaraan lapis baja Stryker dan berberapa rudal.

Bantuan ini menjadi yang ke-43 dari AS untuk Ukraina. Sehingga, total bantuan militer ini telah mencapai lebih dari $43 miliar sejak invasi Rusia pada Februari tahun lalu.

Baca Juga: Belarusia Siagakan Pasukan untuk Hadapi Kemungkinan Konflik di Dalam Negeri

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan bahwa Rusia telah meningkatam serangan di sekitar Pelabuhan Ukraina sejak menarik diri dari perjanjian Black Sea Grain pada minggu lalu. Ia pun mengecam tindakan Rusia itu dan menegaskan komitmen sekutu untuk terus mendukung Ukraina.

“Rusia dapat mengakhiri perang ini kapan saja dengan menarik pasukannya dari Ukraina dan menghentikan serangannya terhadap kota-kota dan rakyat Ukraina. Sementara itu, AS dan akan bersatu dengan Ukraina, selama dibutuhkan,” kata Blinken. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.