Perselisihan Tawanan Perang, Korsel Tarik Duta Besar dari Ukraina

Jakarta, IDM – Korea Selatan (Korsel) memutuskan untuk menarik sebagian besar staf kedutaan di Ukraina. Hal itu dilakukan karena kurangnya respons dari Ukraina terkait pemindahan tawanan perang Korea Utara (Korut) ke Seoul.
Melansir Yonhap, Selasa (20/10), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korsel Park Doo-soon menyatakan bahwa Ukraina belum mengambil "langkah-langkah positif" untuk menyelesaikan permasalahan diplomatik setelah melanggar perjanjian untuk merahasiakan pemindahan dua tawanan perang Korut ke Korsel.
Baca Juga: Anggota GCC Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
"Serta ancaman serangan udara yang terus berlanjut menyulitkan upaya untuk menjamin keselamatan personel diplomatik," ujarnya.
"Meskipun ada penarikan sebagian staf, Korsel akan tetap menjaga komunikasi diplomatik yang diperlukan dengan Ukraina, yang dipimpin oleh kuasa usaha," imbuhnya.
Permasalahan diplomatik itu bermula ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Ukraina telah memindahkan dua tentara Korut yang ditangkap tahun lalu ke Korsel, dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada September lalu.
Baca Juga: 3.542 Ranjau Darat hingga UXO Disingkirkan di Yaman selama Oktober
Korsel menganggapnya sebagai pelanggaran Perjanjian Kerahasiaan, yang bertujuan untuk melindungi para tentara maupun keluarga dari bahaya yang mungkin dihadapi jika pemindahan mereka terungkap, dengan merujuk pada hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Kantor Kepresidenan Korsel juga menganggapnya "sangat menghambat" kepercayaan bilateral serta mengganggu hubungan persahabatan kedua negara secara serius. Kekecewaan itu pun ditunjukan dengan keputusan untuk menarik Duta Besar untuk Ukraina Park Ki-chang pada Jumat (9/10).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































