Perkuat Postur Keamanan, Cina Gelar Patroli Rutin di Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM - Cina akan melakukan patroli gabungan rutin yang melibatkan angkatan laut dan udara di Laut Cina Selatan. Hal ini dilakukan untuk mempertegas kekuatan Cina yang mengklaim wilayah perairan tersebut.
"Pasukan di wilayah itu tetap waspada setiap saat, dengan tegas membela kedaulatan, keamanan, dan hak serta kepentingan maritim nasional," kata Angkatan Laut Cina melansir Chinamil, Kamis (4/1).
Baca Juga: Presiden Ukraina Sebut Rusia Alami Kerugian Besar di Medan Tempur
Patroli itu juga bertujuan untuk mencegah aktivitas yang menganggu stabilitas di Laut Cina Selatan di tengah ketegangan yang meningkat, terutama dengan Filipina. Keduanya baru-baru ini saling tuduh atas konfrontasi maritim tingkat tinggi.
Cina telah berulang kali memperingatkan Filipina agar tidak melanggar wilayah Laut Cina Selatan. Sementara, Filipina bersikeras pihaknya tidak melakukan konfrontasi dan bertindak sesuai hukum internasional. Sebab, Filipina juga mengklaim sebagian wilayah itu yang masuk ke Zona Ekonomi Eksklusif.
Baca Juga: Ukraina dan Rusia Lakukan Pertukaran Ratusan Tawanan Perang
Sebelumnya, Pemerintahan Filipina juga pun telah mengajukan protes ke pengadilan Arbitrase Internasional, yang menetapkan klaim ‘nine dash line’ Cina tidak sah berdasarkan hukum internasional pada tahun 2016. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































