INTERNASIONAL

Peringati ‘Victory Day’, Putin Serukan Tentara Tetap Berjuang

Vladimir Putin, Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin saat memperingati 'Victory Day' di Red Square, Moskow. (Foto: Dok. Twitter/Russia in RSA)

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan pada para tentara untuk tetap berjuang dalam “perang nyata” melalui pidatonya yang memperingati ‘Victory Day’ atau hari kemenangan terhadap menyerahnya tentara Nazi saat Perang Dunia II di Red Square, Ibu Kota Moskow, Selasa (9/5).

Dilansir dari BBC, Rabu (10/5), dalam momen tersebut, Putin mencetuskan bahwa perang nyata telah di lancarkan terhadap Rusia sambil menuduh "elit globalis Barat" yang memprovokasi konflik. Menurutnya, hal terpenting saat ini yaitu mempertahankan Rusia dari pihak-pihak yang ingin merusak prinsip dan keamanan negara melalui operasi khusus, sebutan Putin untuk invasi yang dilakukan terhadap Ukraina.

"Perang nyata telah dilancarkan terhadap tanah air kita. Tidak ada yang lebih penting sekarang selain upaya tempur Anda,”ujarnya.

Baca Juga: Jet Israel Kembali Serang Gaza, Tewaskan 10 Orang

Putin mengatakan Rusia ingin melihat "masa depan yang damai", tetapi elit Barat justru yang menabur benih "kebencian dan Russophobia." Namun, melalui pidato 10 menit itu, ia lebih terfokus atas kebanggaannya terhadap patriotisme Rusia.

"Tujuan mereka tidak lain adalah untuk melihat jatuhnya negara kita. Keamanan negara bergantung pada Anda hari ini, masa depan kenegaraan kami dan rakyat kami bergantung pada Anda," ujarnya.

Sesuai dengan tradisi selama bertahun-tahun, perayaan Victory Day selalu diirngi dengan parade militer. Tetapi, tahun ini Rusia menampilkan unit militer yang lebih sedikit yaitu hanya 3.000 tentara.

Baca Juga: Ukraina Klaim Hancurkan 35 Drone Rusia dalam Semalam

Parade militernya pun lebih pendek, yang hanya memamerkan tank T-34 era Uni Soviet serta tidak ada atraksi pesawat tempur seperti sebelumnya. Namun, untuk pertama kalinya sejak 2020, segelintir pemimpin internasional hadir.

Terlihat beberapa pemimpin Asia Tengah hadir di sana seperti Kassym-Jomart Tokayev dari Kazakhstan, Pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko dan perdana menteri Armenia. Mereka memang menunjukkan keakraban dengan Moskow sejak invasi terjadi pada Februari tahun lalu. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.