Pererat Hubungan Bilateral, Rusia Kerahkan Dua Kapal Angkatan Laut ke Cina

Jakarta, IDM – Angkatan Laut Rusia telah mengerahkan dua kapal fregat ke negara sekutu, Cina. Kunjungan pelabuhan itu menjadi pertama Armada Pasifik ke Shanghai sejak tiga tahun terakhir dan disebut sebagai bentuk komitmen hubungan baik antara kedua negara.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (6/7), Kapal fregat Gromkiy dan Sovershenniy disebut telah berlabuh di pelabuhan kota terbesar Cina pada beberapa waktu lalu. Kedua kapal tersebut berbasis di Vladivostok dan akan tetap berada di Cina hingga 11 Juli mendatang.
Baca Juga: Rusia Meluncurkan Serangan Rudal ke Kota Lviv, 4 Orang Tewas
“Kedatangan mereka simbolis dan sangat penting,” kata Dmitry Lukyantsev, perwakilan Komite Luar Negeri dan konsul jenderal Rusia di Shanghai.
Selain mempererat hubungan bilateral, kapal-kapal itu juga akan berpartisipasi dalam latihan bersama Angkatan Laut Cina. Latihan akan berfokus pada koordinasi antar kapal, manuver formasi serta misi pencarian dan penyelamatan atau SAR maritim.
“Ini adalah kunjungan pertama kapal Armada Pasifik setelah periode pandemi tiga tahun dan ini dengan jelas menunjukkan bahwa negara kita mempertahankan kerja sama yang erat secara eksklusif di semua arah, termasuk bidang militer dan politik,” ujarnya.
Baca Juga: Presiden Belarusia: Prigozhin Telah Kembali ke Rusia
Kedua negara ini menjalin hubungan bilateral yang erat di tengah operasi khusus Rusia di Ukraina. Otoritas Cina juga menolak untuk mengecam tindakan Rusia dan lebih memposisikan diri sebagai negara netral. Bahkan, Cina juga mencoba menjadi penengah dan menawarkan solusi damai untuk konflik bersenjata tersebut.
Sebelumnya, Menhan Cina Li Shangfu juga telah melakukan pertemuan dengan Kepala Angkatan Laut Rusia Laksamana Nikolai Yevmenov pada beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat untuk mempererat komunikasi, latihan hingga patroli bersama yang akan dilakukan secara berkala. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































