Perang Saudara, Penduduk Sudan Alami Kekurangan Pangan Ekstrem Tahun 2023

Jakarta, IDM – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan bahwa Sudan merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yang menghadapi kekurangan pangan ekstrem pada tahun 2023 akibat konflik.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (26/4), menurut Badan Pangan dan Pertanian PBB atau FAO, perang telah menyebabkan Sudan menyumbang dua pertiga dari total 13,5 juta orang yang membutuhkan bantuan pangan pada tahun lalu.
Baca Juga: Inggris Tembak Jatuh Rudal Houthi yang Targetkan Kapal Dagang
FAO menyebut konflik itu telah membatasi produksi pertanian dan peternakan. Oleh sebab itu, Sudan terpaksa sangat bergantung pada makanan impor.
Menurut Direktur FAO untuk Kedaruratan dan Ketahanan, Rein Paulsen, Sudan membutuhkan dukungan agar para petaninya dapat kembali mengakses lahan dan memproduksi pangan sebagai solusi berkelanjutan.
Baca Juga: Tingkatkan Risiko Konflik, Cina Peringatkan AS Berhenti Dukung Taiwan
Paulsen menyebut produksi pangan turun 46% pada tahun lalu dan kelaparan paling parah terjadi di daerah pusat konflik, seperti Darfur dan Al Jazirah, yang sebelumnya menjadi salah satu sumber pangan Sudan.
“Risiko kelaparan ada di sini, risiko kelaparan itu nyata, namun masih ada peluang untuk bertindak. Akan ada situasi yang jauh lebih buruk dalam beberapa bulan mendatang,” kata Paulsen. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































