Perang Berlanjut, AS Siap Kirim 10.000 Pasukan ke Timur Tengah

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah. Hal itu dilakukan guna memberi Presiden AS Donald Trump lebih banyak opsi militer di tengah konflik dengan Iran.
Baca Juga: Di tengah Konflik Lawan AS-Israel, Presiden Iran Berterima Kasih atas Dukungan Rusia
Melansir The Wall Street Journal, Jumat (27/3), otoritas Departemen Perang AS yang mengetahui hal itu menyatakan bahwa kemungkinan keputusan akan dibuat pada minggu depan dan pasukan akan berasal dari unit tempur yang berbeda dari yang telah dikirim ke wilayah tersebut.
Pengerahan pasukan itu juga kemungkinan akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja. Meskipun Trump mengklaim perundingan dengan Iran tengah berlangsung, otoritas Departemen Perang AS itu juga menyatakan bahwa opsi militer ini dibentuk sebagai "pukulan terakhir" terhadap Iran jika perundingan tidak segera membuahkan hasil.
Baca Juga: Korut-Belarusia Tandatangani Perjanjian Persahabatan, Kim Jon Un Dapat Hadiah Senapan Otomatis
Keputusan pemerintahan Trump akan secara signifikan meningkatkan jumlah pasukan tempur AS di wilayah Timur Tengah. Hal ini juga nampak sebagai sinyal bahwa AS bersiap untuk operasi darat di Iran.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































