INTERNASIONAL

Pendudukan Israel di Tepi Barat Terus Berlanjut, UNRWA: 12.000 Anak Terpaksa Mengungsi

Staf UNRWA
Staf UNRWA di Gaza. (Foto: Dok. Unrwa.org)

Jakarta, IDM – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa lebih dari 12.000 anak-anak Palestina di Tepi Barat terpaksa mengungsi sebagai akibat dari operasi militer Israel di wilayah pendudukan tersebut.

"Lebih dari 12.000 anak masih mengungsi secara paksa di Tepi Barat yang diduduki. Sebagai tanggapan terhadap operasi Israel Iron Wall di Tepi Barat bagian utara, UNRWA meluncurkan program pendidikan darurat untuk anak-anak pengungsi pada Februari 2025," tulis UNRWA melalui platform X, Senin (5/1).

Baca Juga: Trump Ungkap Kemungkinan Serangan Kedua ke Venezuela

UNRWA menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan pembelajaran bagi para siswa setara berkelanjutan, termasuk melalui ruang belajar sementara, kegiatan belajar daring, distribusi materi belajar mandiri, dan dukungan psiko-sosial. Melalui program pendidikan tersebut, sekitar 48.000 anak di Tepi Barat bersekolah di sekolah naungan UNRWA.

Melansir AA, Pasukan Bersenjata Israel (IDF) telah melakukan operasi militer di Tepi Barat utara, yang dimulai dari kamp pengungsi Jenin dan kemudian meluas ke kamp Nur Shams dan Tulkarem sejak 21 Januari 2025. Pasukan Israel telah mengepung ketiga kamp pengungsian tersebut, disertai dengan penghancuran infrastruktur dan rumah, yang menyebabkan sekitar 50.000 warga Palestina mengungsi.

Baca Juga: Situasi Caracas Venezuela Memanas, KBRI Pantau Keselamatan WNI

Operasi militer IDF dilaporkan Telah menewaskan sekitar 1.105 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur dan hampir 11.000 terluka. IDF juga menahan sekitar 21.000 orang sejak Oktober 2023.

Pada Juli tahun lalu, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan menyerukan evakuasi semua pendudukan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.