INTERNASIONAL

Pendudukan Israel di Gaza Berlanjut, Hamas Tolak Pelucutan Senjata

Situasi Gaza
Situasi akibat konflik di Gaza. (Foto: Dok. UNRWA)

Jakarta, IDM – Pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal menolak seruan untuk pelucutan senjata faksi-faksi Palestina di Gaza, dengan alasan bahwa melucuti senjata dari rakyat yang diduduki akan menjadikan mereka "korban mudah untuk dieliminasi".

Hal itu ia ungkapkan saat Al Jazeera Forum di Doha pada beberapa waktu lalu. Meshaal menilai pelucutan senjata Hamas sebagai kelanjutan dari upaya Israel untuk menetralisir Palestina.

Baca Juga: Torehan KRI Sultan Iskandar Muda-367 selama Satu Tahun Emban Misi Perdamaian di Laut Mediterania

“Dalam konteks bahwa rakyat kami masih berada di bawah pendudukan, berbicara tentang perlucutan senjata adalah upaya untuk menjadikan rakyat kami korban mudah untuk dieliminasi dan dimusnahkan dengan mudah oleh Israel,” katanya, melansir Al Jazeera, Senin (9/2).

"Jika kita ingin membicarakannya… perlu menyediakan lingkungan yang memungkinkan rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan serta memastikan bahwa perang tidak kembali pecah antara Gaza dan entitas Zionis. Ini adalah pendekatan yang logis, dan Hamas — melalui mediator Qatar, Turki, dan Mesir, serta melalui dialog tidak langsung dengan pihak Amerika lewat para mediator — telah mencapai, atau setidaknya telah ada, pemahaman mengenai visi Hamas tentang hal itu. Ya, ini adalah sesuatu yang membutuhkan upaya besar, bukan melalui pendekatan pelucutan senjata," jelasnya.

Gencatan senjata Israel-Hamas yang berlaku sejak Oktober tahun lalu telah memsuki fase kedua, di mana Pemerintah Donald Trump selaku mediator, mengatakan akan demiliterisasi Gaza dan mengerahkan pasukan multinasional.

Baca Juga: 357 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel Sejak Gencatan Senjata

Namun, Israel terus melakukan serangan dan melanggar gencatan senjata. Lebih dari 300 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak kesepakatan berlaku.

Ia pun menekankan, akar konflik adalah pendudukan dan rakyat yang melawan pendudukan, "dengan hak untuk menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan". (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.